Ocehan mengenai lagu mandarin
Gw biasanya gak gitu denger lagu mandarin. Kalo diurutin tuh:
1. barat
2. indonesia
3. jepang
4. prancis, jerman, itali, asdf… lalu baru:
5. mandarin (+korea, tuh mirip2)
Alasannya adalah:
Rata2 musiknya tidak inovatif. topik monoton, berkisar pada cinta yang oh-so-romantic, atau hip hop penyemangat tanpa substansi yang mengenyangkan. Musisi tipikal, dancing group atau solo artist yang antara: menye2, dansa dansi gak jelas, atau terlalu diva / popstar dan technical. Secara umum,
musiknya nggak masuk aja di kuping.
Ironisnya, gw masih lebih bisa enjoy denger lagu mandarin JaDul yang sering ada di karaoke. Apalagi lagunya Liu Wen Zhen. Great singer / entertainer.
Selain itu ada bbrp musisi mandarin yg masih agak suka gw dengerin:
1. Sun Yan Zi (Stefani Sun)
2. Zhou Jie Lun (Jay Zhou)
3. Zhang Xin Zhe (Jeff Zhang)
Kalo skrg liat 5566, Energy, dll, puhliss deh. gw bener2 gak ngerti itu bagus dimananya. Jangan salah, gw pernah coba dengerin lagunya. Tetap aja ‘musik’ itu membal dari gendang telinga gw. Uegh.
And it’s not that I just blindly hate boybands. I like 98 degrees, westlife, Justin Timberlake and My chemical romance (yeah, they are the modern boyband).
But somehow…. Jolin, fahrenheit, egh.
Gw gak ngerti kenapa bokap nyokap masih lebih bisa mentoleransi lagu2 dance hip hop & RnB mandarin yg jedak jeduk kongkalikong itu daripada lagu barat ataupun jepang dengan sedikit bas dan distorsi. Mungkin faktor bahasa kali ya? Dan pemujaan tidak sehat terhadap bangsa HuaRen dan sejenisnya.
Tapiiii…. pendapat gw mulai berubah pas makan malam tadi. Seperti biasa Channel V menyala menemani waktu makan malam (baca: jadi background effect utk mengkompensasi otak manusia zaman skrg yg tidak bisa menikmati keheningan). Satu video klip mencuri perhatian gw. Lagu kanton, duet gitu. Dan gw rasa melodinya brilian, sangat masuk pada mood lagunya. Saya yang tidak fasih bahasa Kanton saja bisa merasa romantis2 desperate, wkwkwk. Mengingatkan saya pada lagu kanton duet lainnya yang pernah ngetop tahun 2002-2003 an (gak tau judulnya).
Tidak lama, berganti lagi satu lagu. Kali ini seorang wanita muda berkostum hijau dengan rambut diikat menyanyikan lagu yang sekilas sangat mirip lagu jepang. Saya kira cuma saya yang berpendapat demikian. Sampai adik saya menanyakan: “cie, ini lagu mirip lagu jepang gak sih?”. wakaka…
Satu video klip yang menyambung berikutnya mengkonfirmasi tipikal lagu mandarin Taiwan yang gw cerca di atas. Seorang wanita muda berambut merah muncul di layar, mengenakan bikini top dan hot pants. Dan dia mulai ‘bernyanyi’: I want to dance, dance, dance with you. Atau Do you want to dance, dance, dance with me. Seperti itulah kira2. Gw nggak ingat persis. Yang pasti, ada kata2 ‘dance’, diiringi dentuman bass dengan tempo house music. Lagu kanton, a bunch of elite-looking girls dancing around provocatively. Ha ha.
Last clip:
Cowo (Kalo ga salah namanya Xiao Zi). Awal2nya agak acapella. Orgnya berambut gimbal (style2 japanese gitu). Gw kira itu The Gospellers, karena mirip cara nyanyinya. He plays the piano, has black nail polish on. And he sings well. R&B, real mandarin R&B.
Will be looking more about those three musicians’.
Disclaimer:
Di sini penulis hanya mengekspresikan pendapat pribadinya. Penulis tidak memiliki kredibilitas sebagai seorang kritikus musik yang dapat memvonis status perkembangan musik negara tertentu. Penulis hanya menudingkan hal tersebut tanpa dasar musikologi dan hanya berdasarkan ilmu menikmati musik yang penulis pelajari secara otodidak. Kalau anda mau mengekspresikan pendapat pribadi anda, boleh di bagian comment. hohoho…..
Comments
One Response to “Ocehan mengenai lagu mandarin”
Leave a Reply
I read similar article also named n mengenai lagu mandarin : I did not drink the sunlight, and it was completely different. Personally, I agree with you more, because this article makes a little bit more sense for me