[8oclock] 1 April 09

yep. nih jam 8 pagi, lagi nunggu evy di kasir.

tumben hari ini siap2nya agak cepet. well, bukan siap2nya sih yg jadi penyebab utama. secara gw bangun lebih cepet dari biasa, dan lebih cepet segar juga. Gw nggak ingat sih tepatnya gw tidur jam brp, tp jam 6 teng udah sempet melek sekali, gw terusin sampe jam 7 kurang 5 menit.
jadi, berhub masih kira2 30 menit lagi evy baru sampai, gw keluarin dulu nih laptop, ngetik2 dikit lah.

kemaren alfin SMS ada yg bagus. Isinya kira2 gini: Kalau kita bilang tinggal di penjara itu enak, pasti kita dibilang gila. Tapi kalau kita sudah dipenjara dan tidak bisa merasakan enak, bisa2 kita gila beneran. Artinya, dalam situasi sulit pun kita mesti bisa memetik ‘enak’ nya, menerima sambil berjuang untuk memperbaiki keadaan.
Yah, gw bales aja, ‘good analogy fin’. Dia balas, dimana gw baru tau bahwa dia denger kata2 itu dari penduduk SG pas kemaren itu dia jadi relawan di situ. Wuih, gw langsung bisa memaknai itu lebih dalam. Yah, memang org indonesia itu dasarnya optimis. Err… kayaknya gw harus mengganti kata2 ‘org indonesia’ di kalimat sebelumnya dengan ‘manusia’. Errmm… tp gak tau juga sih, apakah penggantian itu bisa dipertanggungjawabkan sepenuhnya. Too full of steretyping.

Dah, let me say it like this:

orang SG itu punya pandangan yang optimistis mengenai hidup. Dia cinta hidupnya. Dia pasrah. Dia let go. Dia bodoh. Hmm?

Nggak deng. Gw nggak tau apa pikiran yg melandasi kata2nya itu, tp gw salut sama efek yang ditimbulkan kata2 itu.
Filosofi yang cukup bagus. Yang gw tangkap ke gw adalah bagaimana manusia menyesuaikan diri dengan keadaan. Dasarnya org suka santai, jadi terlalu cuek. Mendinginkan kepala untuk mencari solusinya. Solusi atas masalah yang pada awalnya mungkin ditimbulkan oleh kecuekan nya itu sendiri (katanya itu tanggul udah retak dari awal tahun). Eh.. tp apa sih yg bisa dilakukan? Apakah harus mencari campur tangan pemerintah? Nggak juga sih ya, bisa aja inisiatif datang dari masyarakat itu sendiri. Tp mgkn kita terlalu sibuk ngurusin tetek bengek rutinitas sehari2. Procrastinate, cuek, nyantai, laid back.

 

eh… barusan gw ngesave ini tulisan, biasa lah, gw rapiin, taro di folder berdasarkan bulan. Gw baru sadar, ini tanggal 1 April. Hahahahhaa…. Sudah terlalu tua kah utk main April mop? Never mind.
Baru jam 8:13 gitu. Apa kabar betsy dkk ya? Pengen nghubungin tp kok malas. Entah malas entah apa deh perasaan yang membuat gw tidak menjalankan niat ini. Meskipun gw tau bahwa dengan menghubungi, nothing bad can come from it. At least nothing that i know of consciously. Apakah secara bawah sadar, atau secara tidak langsung gw lagi seek pleasure dan avoiding pain?

What pain can come from contacting my best friends?

hey. I express my thought better in English.

 

What pain yah… hmmm… let’s think.

 

I fear rejection. Sometimes i have no topics, and i felt bad because I cannot carry on the conversation as i like it. as i imagined it’s supposed to go in my head. All perfect and idealistic. Almost like a scenario. It’s pain from not getting what i expected.

 
hey, i learn somthing brand new from today’s writing session. One of the reasons I don’t call my friends is because i am avoiding a pain. A pain that comes from lack of confidence of my conversation skill. While now if I think about it, it’s all in my head. I imagined it all. The perfect conversation -> goal. The failed conversation -> most possible case. The actual thing that happen? Never knew, because i dismissed the plan before it even manifested.

 

How can I discipline myself? I know writing can give me a lot of advantages, help me improve things i have been setting in my ‘to do list’. Stuff like ‘organize thoughts better’, ‘communicate with confidence’, ‘eliminate conversation anxiety’, ‘learn how to carry on conversations’. But somehow I can always find a reason not to do it, avoiding pain. Let’s find out what pain do i derive from writing? How can it overpower the pleasure that i consciously know i will get?

[letting the concepts sink in]….
[plugging in earphone, winamp on]
this is brainstorming. mind dumping. transforming thoughts into a more concrete form, words. Even though it might corrupt the meaning, the intention, the value of the concept that i have in my head initially. (because words are limiting, putting restrictions on abstract wholesome ideas).

Comments

Leave a Reply